Minggu, 13 Januari 2013

Kewirausahaan


1.    Untuk sebuah bisnis, pasar adalah seluruh masyarakat yang ada di sebuah wilayah geografis tertentu yang membutuhkan barang atau jasa serta bersedia dan mampu membelinya.

2.    Cara-cara utama untuk menggolongkan pasar adalah:
a.      Pembagian secara geografis yakni melayani kebutuhan konsumen di wilayah geografis tertentu (misalnya, toko di sebelah mungkin memasang iklan hanya untuk mereka yang tinggal dalam radius satu setengah kilometer dari toko tersebut).
b.      Pembagian menurut konsumen yakni mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat yang kemungkinan besar akan membeli barang tersebut sebelum mencoba menarik perhatian konsumen baru.

3.    Market mix digunakan untuk menjelaskan bagaimana pemilik usaha dapat menggabungkan keempat bidang tertentu menjadi satu program pemasaran yang bersifat menyeluruh.

4.    Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pasar konsumen?
           Pasar konsumen tengah mengalami perubahan secara konstan. Sebagian besar faktor berikut ini telah mendorong adanya perubahan-perubahan konsumen selama beberapa tahun belakangan ini.
  • Perubahan populasi, seperti perubahan dalam hal penyebaran penghasilan berdasarkan usia, termasuk peningkatan daya beli secara keseluruhan dan jumlah uang yang digunakan untuk membeli "barang-barang mewah":
  • Perubahan gaya hidup dan perilaku.
  • Prosentase tenaga kerja perempuan yang lebih tinggi.
  • Waktu senggang yang lebih banyak.
  • Maraknya pembelian secara kredit.
  • Meningkatnya jumlah tenaga kerja kelas atas dan tenaga kerja terampil.
  • Tingkat pendidikan masyarakat yang lebih tinggi secara keseluruhan.       
  • Tingkat inflasi yang tinggi.
  • Perubahan teknologi (ponsel).

5. Langkah 1: Mengidentifikasi pesaing Anda
A.    Pesaing Langsung: buatlah daftar semua pesaing Anda berdasarkan nama, alamat dan jenis usaha mereka.
B.    Pesaing Tak Langsung: buatlah daftar nama, alamat dan jenis usaha semua perusahaan yang menyediakan barang dan/atau jasa, walaupun tidak persis sama, yang dapat digunakan sebagai pengganti barang dan/atau jasa yang Anda tawarkan.
Langkah 2: Menganalisa bisnis-bisnis yang baru berdiri dan bisnis-bisnis yang mengalami kegagalan.
A.            Buatlah daftar bisnis-bisnis kompetitif yang telah berdiri selama dua tahun terakhir.
B.            Buatlah daftar bisnis-bisnis kompetitif yang gulung tikar selama dua tahun terakhir.
C.            Analisa alasan di balik kegagalan bisnis-bisnis tersebut selama dua tahun terakhir ini. Faktor atau serangkaian faktor apa yang menciptakan optimisme bisnis-bisnis baru yang sukses? Faktor atau serangkaian faktor apa yang ada dalam bisnis-bisnis yang mengalami kegagalan?

Langkah 3: Menganalisa bisnis yang sudah ada
A.     Perkirakan total penjualan dan laba setiap pesaing Anda.
B.     Nilailah pesaing Anda dalam hal harga, mutu barang atau jasa, fasilitas, promosi dan penjualan.
Ø  Berapa harga yang mereka tawarkan? Bagaimana mutu barang dagangan mereka? Berapa besar biaya yang mereka gunakan untuk memasang iklan?
Ø  Layanan ekstra apa saja yang mereka tawarkan? Apakah kondisi penjualan mereka bersifat fleksibel? Apakah kantor mereka berlokasi di daerah yang mahal, sedang atau murah?
Ø  Apakah proses dan peralatan produksi mereka tergolong modern? Apakah pekerja mereka sudah sangat terlatih? Apakah pekerja mereka diberi upah yang tinggi?
C.     Perhatikan apakah ada kaitan antara perusahaan-perusahaan yang sukses dengan sistem pengoperasian yang mereka terapkan? Yaitu apakah perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kesamaan dalam metoda penetapan harga, penjualan dan/atau produksi? Analisa yang menyeluruh terhadap metoda-metoda pengoperasian berdasarkan total penjualan dan laba perusahaan mereka akan menghasilkan informasi penting.

Langkah 4: Membandingkan pengelolaan bisnis yang Anda usulkan dengan pesaing Anda
A.     Sebutkan keunggulan barang dan/atau jasa Anda dalam hal harga, kinerja, mutu, daya tahan dan visibilitasnya bila dibandingkan dengan pesaing Anda.
B.     Jelaskan mengapa metoda pengoperasian bisnis Anda akan lebih berhasil bila dibandingkan dengan pesaing Anda.
C.     Jika Anda ingin beroperasi dengan cara yang sama dengan bisnis-bisnis lain, maka Anda perlu menjelaskan mengapa:
1.   Potensi pasar cukup besar untuk membantu Anda dan perusahaan-perusahaan lain secara menguntungkan; atau
2.   Pasar tidak dapat membantu semua pesaing namun bisnis Anda akan menjadi bisnis yang lebih efisien dan/atau efektif.
D.     Jika Anda ingin beroperasi dengan cara yang berbeda dari pesaing Anda, maka Anda perlu menjelaskan mengapa perusahaan lain tidak menggunakan cara ini. Apakah bisnis-bisnis lain tidak tahu adanya peluang ini? Atau apakah mereka sudah mengetahui hal yang belum Anda ketahui?

6.      Menyusun Rencana Penjualan
Bagian yang penting dalam laporan penelitian pasar adalah perencanaan penjualan. Seorang pengusaha dalam suatu bisnis harus punya bayangan realistis tentang berapa banyak produk atau pelayanan yang dapat dijual bisnisnya dalam jangka pendek. Untuk itu, berdasarkan temuan survey pasar ia menyiapkan rencana penjualan bulanan secara umum untuk 12 bulan ke depan. Bila bisnis tersebut menawarkan beberapa produk atau pelayanan dengan harga beragam, ramalan ini harus dibuat untuk tiap produk atau pelayanan secara tersendiri. Namun, seorang penjual eceran atau seorang penjual grosir dengan produk berjumlah besar akan membuat rencana penjualan untuk kelompok-kelompok utama produk dengan suatu harga rata-rata.
Suatu rencana penjualan memiliki tiga elemen: kuantitas produk yang harus terjual, harga dari produk dan jumlah harga dikalikan kuantitas, dan harga dari turnover. Turn­over adalah jumlah yang diterima bisnis tersebut dari penjualan selama satu bulan (turnover bulanan) atau selama satu tahun (turnover tahunan).
Rencana Penjualan Perusahaan XYZ
Tahun …………..
Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Ags
Sept
Old
Nov
Des
Penjualan












Harga/Unit












Turnover













Rencana penjualan juga akan mencerminkan variasi musiman dalam bisnis, misalnya suatu restoran di pantai akan mendapatkan lebih banyak konsumen di musim kemarau daripada musim hujan, atau suatu toko penjahit yang menjual seragam sekolah akan menjual produknya paling banyak ketika tahun pelajaran sekolah dimulai
Dari rencana penjualan seorang pengusaha akan mengetahui kapan ia membutuhkan bahan mentah atau barang dan berapa uang yang ia harapkan untuk didapatkan setiap bulannya. Seorang pengusaha yang sudah lama melakukan bisnis akan memahami dari pengalamannya bagaimana bisnis berjalan sepanjang tahun. Namun suatu survey pasar harus dilakukan secara teratur, terutama ketika rencana penjualan tidak tercapai atau si pengusaha akan mengembangkan bisnisnya dan menawarkan produk baru.
Seseorang yang akan memulai bisnis baru harus benar-benar memperhatikan survey pasar karena ia harus benar-benar pasti bahwa produk atau jasa tersebut dapat terjual dalam jumlah dan dengan harga yang ditetapkan dalam pengembangan rencana penjualan yang realistis
Ingat :
  • Kelangsungan bisnis tersebut bergantung pada uang penjualan.
  • Penjualan hanya dapat diperkirakan sampai tingkat tertentu, bahkan dengan melakukan penghitungan yang baik
  • Ketepatan dari penghitungan tergantung dari kualitas data yang digunakan
  • Informasi yang disediakan oleh peneliti pasar tidak selalu tepat, jadi beberapa scenario yang berbeda harus diperhitungkan dalam perencanaan;
  • Sikap pemain lain dan masukanya pemain baru dalam pasar tetap menjadi resiko setiap bisnis. Pengaruh-pengaruh semacam itu sangat sulit untuk dihitung/diteliti, namun sangat penting dalam suksesnya suatu bisnis;
  • Dengan kalkulasi yang baik/penelitian pasar seorang pengusaha dapat megurangi resiko memulai suatu wirausaha. Namun, memulai suatu usaha akan selalu menjadi suatu resuko karena tidak semua pengaruh dapat diperkirakan

Contoh Pembuatan Rencana Penjualan
Amirall Ghaprank sambil sekolah di sebuah SMK, dia menjalankan bisnis pembibitan dan penjualan Anggrek di wilayah Batu-Malang. Hasil penjualannya selama ini sangat memuaskan karena disamping batu sebagai wilayah pariwisata, kondisi geografis yang sangat mendukung sehingga resiko pembibitan dan kerugian bisa dihindari.
Harga penjualan “anggrek bulan” sebesar Rp. 50.000 per buah, dan “anggrek panda” sebesar Rp. 100.000. Berdasarkan pengalaman penjualan kelompok penjual tahun kemarin berhasil menjual :
Ø  Sebanyak 50.000 buah bunga “anggrek bulan” market share saudara ghaprank sebesar 10%
Ø  Sebanyak 40.000 buah bunga “anggrek panda”.  market share saudara ghaprank sebesar 5%

Sedangkan kecenderungan penjualan dapat diperkirakan sebagai berikut :
Jenis Anggrek
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Ags
Sep
Okt
Nav
Des
Anggrek Bulan
15%
9%
10%
2%
8%
6%
6%
10%
6%
4%
2%
22%
Anggrek Panda
20%
7%
8%
5%
8%
5%
6%
8%
6%
3%
5%
19%

Dengan toleransi kesalahan/margin error atas prediksi 10% (Optimis +10%, & Pesimis -10%) Rencana penjualan dan turn over usaha saudara ghaprank dapat diuraikan sebagai berikut :
7.      Lokasi Menurut Jenis Bisnis
Perusahaan Eceran
Fasilitas parkir dan akses ke jalan utama telah menjadi masalah yang penting bagi sebagian besar pengecer. Pengecer di pusat-pusat perbelanjaan punya masalah parkir yang minim. Pengecer perlu mempertimbangkan jenis-jenis bisnis yang ada di tempat tersebut. Sebagai contoh, beberapa penelitian telah membuktikan bahwa toko pakaian tidak boleh terletak di sebelah bengkel.
Jumlah orang yang lalu lalang di sebuah lokasi bisnis juga penting bagi seorang pengecer. Sebagai contoh, pengecer perlu bertanya "'apakah pejalan kaki yang melewati lokasi ini sedang menuju angkutan umum atau bioskop setempat? Orang-orang yang sedang bergegas ke sebuah bioskop kemungkinan besar tidak akan berhenti untuk membeli sesuatu.
Perusahaan grosiran
Perusahaan grosir membeli produk dari pabrik dalam jumlah besar lalu menjual produk tersebut ke pengecer dalam jumlah yang lebih kecil. Ada dua faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih lokasi grosiran. Salah satu faktor tersebut adalah tersedianya layanan transportasi yang baik, termasuk kereta api dan jalan raya. Sedangkan faktor utama lainnya adalah fasilitas-fasilitas tetap seperti gedung, perlengkapan tak bergerak dan sarana umum. Tanpa fasilitas-fasilitas ini pedagang grosir mungkin tidak dapat memelihara inventarisnya agar tetap besar untuk memenuhi kebutuhan para konsumen. Sebagian besar kota besar punya undang-undang penetapan zona yang membatasi lokasi untuk perusahaan grosir. Undang-undang ini perlu diketahui. Perusahaan grosir juga harus berada sedekat mungkin dengan konsumen mereka.
Biro Jasa
Berlokasi di dekat pusat perbelanjaan yang besar biasanya dianggap ideal untuk biro jasa. Namun servis TV, binatu, dokter gigi, servis sepatu atau fasilitas perawatan anak tidak perlu berlokasi di tempat-tempat yang membutuhkan biaya sewa yang tinggi. Konsumen mau pergi jauh mencari jasa yang baik. Tempat-tempat ini bisa terletak di lokasi yang sedikit °terpencil". Tapi di antara biro jasa, ada perbedaan penting yaitu dimana lokasi yang lebih baik. Sebagai contoh, binatu yang terletak di dekat toko bahan makanan dan apotek biasanya merupakan pilihan yang tepat. Namun lokasi tersebut mungkin tidak cocok untuk dokter gigi, yang tidak membutuhkan banyak lalu lintas dan tingkat kenyamanan yang dibutuhkan binatu.
Perusahaan Manufaktur
Tempat yang cocok untuk pabrik berbeda dengan tempat yang cocok untuk pengecer, pedagang grosir dan biro jasa. Sewaktu akan membuka pabrik, periksalah fasilitas transportasi serta jarak dari bahan-bahan mentah. Lokasi yang dekat dengan konsumen, fasilitas yang tepat dan undang-undang tentang penetapan zona adalah faktor-faktor yang penting. Sambil mempelajari faktor-faktor umum dan khusus dari lokasi bisnis, pertimbangkan kebutuhan lokasi di masa mendatang maupun sekarang.